Dengan jumlah populasi yang besar dan pengguna ponsel yang terus
meningkat, memberikan peningkatan yang berarti pada individu yang online
secara aktif. Ini juga disinyalir menjadi sebuah pergeseran gaya
hidup, saat ini orang memenuhi kebutuhan dengan belanja online.
Kemudahan akses internet dan peluang usaha kecil untuk memasarkan produknya secara online juga terbuka luas. Saat ini jika ingin membuka usaha dapat memulainya melalui sosial media seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Media sosial yang memang tidak diperuntukan untuk berjualan, bagi sebagian orang menjadi sebuah potensi membuka lapak dan menawarkan produknya. Hal ini juga terjadi pada platform layanan pesan seperti BBM.Selain media sosial juga tersedia layanan online marketplace yang memberikan wadah bagi UMK untuk berjualan secara online. Ini memudahkan dua belah pihak, sebagai merchant untuk menawarkan produknya, sekaligus kemudahan konsumen mendapatkan barang kebutuhannya.
Dengan makin maraknya perdagangan online, tak hanya membuktikan bahwa Indonesia sebuah market yang luas. Namun tumbuhnya jiwa wirausaha yang mencari peluang berbisnis lewat internet serta mencoba merebut pasar dalam negerinya sendiri. Dengan cara mendirikan usaha dengan bentuk perusahaan kecil yang serius dan terus berkembang menjadi besar. Ataupun individu yang hanya menjadikan usaha online, sebagai usaha sampingan.
Perkembangan E-Commerce di indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D–Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang di sebut D-Mall (diakses leawat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang di jual bermacam macam, mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu berdiri pula www.ecommerce-indonesia.com tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di www.isp.commerce.net.id sebagai commerce servive provider (CSP) pertama di indonesia, Commerce Net indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga lembaga yang membutuhkan E-Commerce, untuk melyani konsumen seperti PT Telkom dan bank International indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yag menjadi anggota commerce net indonesia, yaitu plasa.com, Interactive mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan trikomsel. Kehadiran E-Commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menuntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjuak (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat di proses dengan menghemat waktu.
Kemudahan akses internet dan peluang usaha kecil untuk memasarkan produknya secara online juga terbuka luas. Saat ini jika ingin membuka usaha dapat memulainya melalui sosial media seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Media sosial yang memang tidak diperuntukan untuk berjualan, bagi sebagian orang menjadi sebuah potensi membuka lapak dan menawarkan produknya. Hal ini juga terjadi pada platform layanan pesan seperti BBM.Selain media sosial juga tersedia layanan online marketplace yang memberikan wadah bagi UMK untuk berjualan secara online. Ini memudahkan dua belah pihak, sebagai merchant untuk menawarkan produknya, sekaligus kemudahan konsumen mendapatkan barang kebutuhannya.
Dengan makin maraknya perdagangan online, tak hanya membuktikan bahwa Indonesia sebuah market yang luas. Namun tumbuhnya jiwa wirausaha yang mencari peluang berbisnis lewat internet serta mencoba merebut pasar dalam negerinya sendiri. Dengan cara mendirikan usaha dengan bentuk perusahaan kecil yang serius dan terus berkembang menjadi besar. Ataupun individu yang hanya menjadikan usaha online, sebagai usaha sampingan.
Perkembangan E-Commerce di indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D–Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang di sebut D-Mall (diakses leawat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang di jual bermacam macam, mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu berdiri pula www.ecommerce-indonesia.com tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di www.isp.commerce.net.id sebagai commerce servive provider (CSP) pertama di indonesia, Commerce Net indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga lembaga yang membutuhkan E-Commerce, untuk melyani konsumen seperti PT Telkom dan bank International indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yag menjadi anggota commerce net indonesia, yaitu plasa.com, Interactive mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan trikomsel. Kehadiran E-Commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menuntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjuak (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat di proses dengan menghemat waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar