Rabu, 13 Mei 2015

SEJARAH E-COMMERCE

SEJARAH E-COMMERCE DI AMERIKA
Sejarah e-commerce di dunia dimulai di Amerika mulai dari kemunculan internet yang kemudian terus berkembang sehingga timbulah e-commerce. Internet mulai lahir pada tahun 1969 dari sekelompok peneliti Amerika yang berhubungan dengan empat komputer di UCLA, Stanford reserch institute, universitas Utah, dan universitas California diSanta Barbara. Merekamenciptakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara yang satu dengan yang lain. Jaringan ini dikenal dengan istilah ARPANAnet-ARPA yang merupakan singkatan dari Advance Reserch Project Agency yang merupakan bagian dari departemen keamanan AS. Setelah berjalan selama 3 tahun, lebih dari 50 universitas telah terhubung bersama-sama dalam jaringan (network), dan selanjutnya jaringan komputer lain mulai muncul di sekitar negara bagian dan dunia. Seiring dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula dengan kerjasama jaringan antara kaum pendidik dan eksperimen NASA mengenai jaringan komputer, jaringan ini mulai terhubung satu dengan yang lain Interconnected, dan dari sinilah mulai dikenal dengan istilah "Internet"
Istilah perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti pemesanan pembeli invoice secara elektronik. Berkembang melalui aktifitas yang mempunyai istilah "perdagangan web melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui world wide web melalui sebuah server yang aman (HTTPS).
WEB mulai dikenal khalayak banyak dari tahun 1994, banyak jurnalis beranggapan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi yang nantinya akan berkembang pesat. 

SEJARAH E-COMMERCE DI INDONESIA
Perkembangan e-commerce di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi/D-net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online, wahana transaksi berupa mall online yang disebut D-Mall (diakses melalui D-net) mall online ini menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, produk perkantoran hinggafurniture. Selain itu berkembang pula situs www.ecommerce-indonesia tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping chart (keranjang belanja), selain itu ada juga commerce net indonesia dengan alamat isp.commerce.net.id. Sebagai service provider (CSP) pertama di indonesia, commerce net indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan transaksi jual-beli di internet.

JENIS DAN TIPE E-COMMERCE

1. C2C ( Consumer to Consumer )
Customer to Customer yaitu konsumen menjual secara langsung ke konsumen lain atau mengiklankan jasa pribadi di Internet. Dalam Customer to Customer seseorang  menjual  produk  atau  jasa ke  orang  lain.  Dapat  juga  disebut sebagai pelanggan  ke  palanggan  yaitu  orang  yang menjual  produk  dan  jasa  ke  satu sama lain. C2C model e-commerce ini sudah menjamur di Indonesia. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot). C2C terjadi seorang individu melakukan penjualan produk/jasa langsung kepada individu lainnya. Contoh perusahaan yang menerapkan konsep C2C adalah tokobagus.com

2. B2C (Bussines to Consument )

B2C adalah kegiatan E-businesses dalam pelayanan secara langsung kepada konsumen melalui barang atau jasa. Dengan penjualan langsung di internet dan pemesanan dapat langsung dilakukan oleh konsumen karena biaya sudah tercantum. kelebihan dari B2C adalah sebagai berikut : Disebut dengan transaksi pasar Konsumen mempelajari produk yang ditawarkan melalui publikasi Membeli dengan electronic cash & sistem secure payment Meminta agar barang dikirimkan.

3. B2B ( Bussines to Bussines )
B2B adalah transaksi secara elektronik antara entitas atau obyek bisnis yang satu ke obyek bisnis lainnya, dapat disimpulkan B2B adalah : Disebut juga transaksi antar perusahaan Transaksinya menggunakan EDI dan email untuk pembelian barang dan jasa, informasi & konsultasi Digunakan untuk pengiriman dan permintaan proposal bisnis.

4. Consument-to-Business (C2B)
Dalam Consumer-to-Business konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan  para pemasok  bersaing  untuk  menyediakan  produk atau  jasa  tersebut  ke konsumen. Contohnya  di priceline.com,  dimana  pelanggan menyebutkan produk  dan harga yang diinginkan, dan priceline mencoba menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut.

5. Business-to-Consumers (B2C)
Business-to-Consumers yaitu penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu. Business to Consumer memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
  • Servis yang diberikan bersifat umum (generic). Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
  • Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.

EFEKTIFITAS BISNIS MENGGUNAKAN E-COMMERCE

Pada perusahaan yang melakukan bisnis secara online di internet akan mengalami pengurangan biaya tambahannya karena biaya tersebut tidak digunakan lagi untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service). Hal ini juga membantu perusahaan dalam meningkatkan keuntungannya. Salah satu contoh jenis bisnis yang mengambil keuntungan dari e-commerce adalah perbankan.
Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan / atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan.

Jadi kesimpulannya jika dibandingkan dengan jenis bisnis secara tradisional, maka berbisnis di  internet secara online jauh lebih menguntungkan. Sekarang sudah semakin banyak bermunculan online shop ataupun perusahan-perusahaan yang menjual berbagai macam barang melalui media e-commerce dengan cara hanya dengan membuat website. Tanpa harus bersusah payah untuk pergi ke pasar ataupun pusat perbelanjaan lain untuk membeli barang yang diinginkan kita bisa dengan mudah mendapatkan barang tersebut dengan media e-commerce dan kita bisa melakukan transaksi jual beli dengan media e-commerce juga. Media internet semakin dilirik oleh para produsen untuk menjual ataupun mempromosikan produk mereka kepada konsumen. Pada proses e-commerce terjadi efisiensi pada penggunaan fax, pencetakan dokumen, entry  ulang dokumen, serta jasa kurir. Efisiensi tersebut akan memperlihatkan adanya pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses. Kualitas transfer data juga menjadi lebih baik, karena tidak dilakukannya entry ulang yang memungkinkan terjadinya human error.
Secara umumnya, E-COMMERCE merupakan aktivitas perdagangan melalui media internet. Dengan adanya layanan ini banyak Efetifitas dan Efisiensi dalam proses jual beli atau jasa yang diberikan antara lain  :
  1. Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu       dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
  2. E-COMMERCE menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan    yang melakukan bisnis diinternet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (costumer service), jika dibangdingkan dengan jenis bisnis tradisional.
  3. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
  4. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek
  5. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.

PELUANG BISNIS E-COMMERCE DI INDONESIA

Dengan jumlah populasi yang besar dan pengguna ponsel yang terus meningkat, memberikan peningkatan yang berarti pada individu yang online secara aktif.  Ini juga disinyalir menjadi sebuah pergeseran gaya hidup, saat ini orang memenuhi kebutuhan dengan belanja online.

Kemudahan akses internet dan peluang usaha kecil untuk memasarkan produknya secara online juga terbuka luas. Saat ini jika ingin membuka usaha dapat memulainya melalui sosial media seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Media sosial yang memang tidak diperuntukan untuk berjualan, bagi sebagian orang menjadi sebuah potensi membuka lapak dan menawarkan produknya. Hal ini juga terjadi pada platform layanan pesan seperti BBM.Selain media sosial juga tersedia layanan online marketplace yang memberikan wadah bagi UMK untuk berjualan secara online. Ini memudahkan dua belah pihak, sebagai merchant untuk menawarkan produknya, sekaligus kemudahan konsumen mendapatkan barang kebutuhannya.

Dengan makin maraknya perdagangan online, tak hanya membuktikan bahwa Indonesia sebuah market yang luas. Namun tumbuhnya jiwa wirausaha yang mencari peluang berbisnis lewat internet serta mencoba merebut pasar dalam negerinya sendiri. Dengan cara mendirikan usaha dengan bentuk perusahaan kecil yang serius dan terus berkembang menjadi besar. Ataupun individu yang hanya menjadikan usaha online, sebagai usaha sampingan.

Perkembangan E-Commerce di indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D–Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang di sebut D-Mall (diakses leawat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang di jual bermacam macam, mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu berdiri pula www.ecommerce-indonesia.com tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di www.isp.commerce.net.id sebagai commerce servive provider (CSP) pertama di indonesia, Commerce Net indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga lembaga yang membutuhkan E-Commerce, untuk melyani konsumen seperti PT Telkom dan bank International indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yag menjadi anggota commerce net indonesia, yaitu plasa.com, Interactive mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan trikomsel. Kehadiran E-Commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menuntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjuak (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat di proses dengan menghemat waktu.

Selasa, 07 April 2015

FRONT OFFICE

Bagian- Bagian Front Office

A.      Front Office Manager
Front office manager bertanggung jawab kepada general manager hotel, ia bertanggung jawab atas semua hal yang bersangkutan dengan semua kegiatan operasional dan administrasi kantor depan.
B.      Assistan Front Office Manager
Bertanggung jawab kepada front office manager bertugas untuk membantu menyelesaikan tugas pimpinan , mewakili manajer apabila berhalangan hadir di suatu rapat , menyiapkan dan memeriksa untuk tamu penting , mengkordinir bawahan dan bekerjasama dengan departemen lain dan menerima complain dari tamu.
C.      Telephone Operator
Telephone operator adalah satu secsioan berada di front officee yang secara umum memiliki tugas menerima telophone ,menyambungkan telephone dan mencatat pesan tamu.
D.      Reservasi
Reservasi adalah satu secsion yang berada di front office yang secara umum memiliki tugas untuk memperlancar operasional dan administrasi di bagian pemesanan kamar.
E.       Reception
Reception adalah secsion yang berada di front office yang bertugas menangani kedatangan tamu ( check-in ) ,baik mengani tamu dengan reservasi ( reservation guest ) maupun tamu tanpa reservasi ( walk-in guest ) menangani tamu pindah kamar ( change room ) dan menangani tamu berangkat ( check-out ).
F.       Front Office Cashiering
Front office cashhiering adalah secsion yang berda di front office yang bertugas menangani rekening transaksi pembayaran dari para tamu sebelum mereka meninggalkan hotel ( check-out ).
G.     Uniformend
Uniformend service adalah secsion yang berada di front office yang secara umum memiliki tugas menangani barang bawaan tamu baik tamu tiba ( check-in ) , tamu pindah kamar
( room change) sampai tamu berangkat ( check-out).
H.      Information Service
Information sevice adalah secsion yang berada di front ofice yang secara umum memiliki tugas untuk memberikan beragam informasi kepada tamu secara tepat dan akurat